Ditengah kebahagian hidupnya dan kesuksesan karier, hatinya merindu sosok pendamping hidup. Impiannya mewujudkan keluarga yang indah pernah sekali kandas . Hal itu membekas di dalam hati. Membuat hatinya terluka perih . Setiap kali Ibundanya yang disayangi bercerita keinginnanya untuk lekas menimang cucu selalu saja membuat matanya mengalir membahasi dipipi. “Ya Allah, entah sampai kapan Engkau kirimkan suami yang terbaik untukku?,” ucapnya lirih. Merenung dan terdiam dalam kesendirian. Dia yakin Allah akan mengutus seorang suami yang akan melamar dirinya.






