Kuncup-kuncup

Di suatu hari pada fajar yang indah, ketika menyingkap selimut kemuning senja dan menuju kegelapan, dan dari balik sebuah bukit sang surya menampakkan dirinya, terlihat di lembah hati muncul musim cinta dan pada ranting-ranting kenangan tumbuh kuncup-kuncup kenangan, hasrat hati yang tak dikatakan dan di dengar, terlena dan terjaga sambil mengucek mata, Dia melihat arus-arus laut dan gelombang air, hidup seakan terbawa arus air terbawa setiap saat bagaikan hidup baru, memang hidup ini di pangkuan-Nya terdapat cinta, hasrat cinta, ingin mendekat dan juga pergi jauh tapi ini sebuah perasaan, hidup berlalu laksana air terjun sambil berkata di lembah-lembah hati terdapat musim cinta tapi pada ranting-ranting kenangan tumbuh ribuan kuncup-kuncup masa lalu.

Leave a comment

Filed under Corat-coret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s