Diriku, Hatiku dan Hidupku

Aku tidak pernah memilihmu untukku….

Tapi Allah SWT yang telah memilihmu untukku…

Aku tidak pernah berharap mencintaimu…

Tapi Allah SWT yang telah menundukkan hatiku untuk memberikan cinta ini padamu…

Aku tidak pernah bermimpi untuk mendampingimu…

Tapi Allah SWT yang telah menentukan jalan hidupku untuk mendampingimu…

Aku juga tidak pernah berharap menanggung rasa ini atas cintaku padamu…

Tapi Allah SWT yang telah memberikan rasa ini dan harus kutanggung atasmu…

Itulah aku adanya… Tidak pernah kuasa untuk mengatur hatiku sendiri…

Karena Sang Pemilikku yang telah menentukan harus bagaimana, memberikan rasa kepada siapa, menanggung rasa yang bagaimana, aku harus berada di samping siapa dan untuk apa…

Aku yang engkau lihat hanyalah raga, sedang hatiku adalah milik dan kuasa-Nya…

Sungguh bahagianya seorang Rabiah Al Adawiyah…

Yang mampu meneguk manisnya cinta kepada-Nya…

Yang memberikan seluruh hidupnya untuk mencintai-Nya…

Dan menghabiskan malamnya dengan berjumpa kekasih sejati, Sang Maha Pencinta…

Yang hanya menjalankan hidupnya untuk menjalankan kewajiban sebagai istri kepada suaminya, kewajiban sebagai ibu kepada anak-anaknya, dan kewajiban seorang muslim kepada saudara dan tetangganya…

Selebihnya waktu yang ia miliki adalah waktu untuk bermunajat kepada-Nya…

Bahkan di dalam munajatnya ia senantiasa berdo’a :“Ya Tuhanku!Tenggelamkanlah aku di dalam kecintaan-Mu supaya tiada suatupun yang dapat memalingkan aku daripada-Mu.”

“Wahai Tuhanku!Apakah Engkau akan membakar dengan api, hati yang mencintai-Mu dan lisan yang menyebut- Mu dan hamba yang takut kepada-Mu?”

“Jika aku menyembah-Mu karena takut daripada api neraka-Mu maka bakarlah aku di dalamnya! Dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap syurga-Mu maka jauhkan aku dari syurgaMu! Tetapi jika aku menyembah-Mu karena kecintaanku kepada-Mu maka berikanlah aku balasan yang besar, ijinkanlah aku melihat wajah-Mu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu.”

Subhanallah… ketika kembali membaca betapa besar kecintaan Rabiah Al Adawiyah….

seringkali merasa malu kepada Allah SWT…

banyaknya kita menyembah-Nya karena takut akan Neraka dan berharap kepada Surga-Nya…

Dan seringkali kecintaan kita kepada dunia dan segala isinya melebihi kecintaan kepada-Nya…

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami keampunan-Mu bukan azab-Mu, masuk ke dalam surga-Mu tanpa hisab, melihat wajah-Mu tanpa hijab, jagalah kami dengan karunia-Mu dari kejahatan orang-orang yang hasad ketika duduk, berdiri dan dalam kondisi tidur, peliharalah kami dari sifat dengki ya Arhamar Rahimin…. Amin…]

Leave a comment

Filed under Corat-coret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s