Satu nama

Satu nama yang tak bisa kulupakan hingga detik ini. Satu nama yang membuatku menangis, tertawa, bahagia, ataupun merasakan sunyi dan hampanya hidup didunia. Satu nama yang sudah menarik perhatianku. Satu nama yang pertama kali membuat seorang Ena merasakan bagaimana itu deg deg kan karena dia disampingku, merasakan bagaimana itu cinta dan bagaimana rasanya sakit hati untuk yang pertama kalinya gara – gara seorang laki – laki hebat sekali. Namanya Kasep, laki-laki yang saya kenal sejak pertama kali jadi panitia pemilihan. Pada saat itu aku berharap dan yakin dalam hati kecil ini bahwa dirinya merupakan laki-laki idaman yang tuhan berikan padaku. Tapi sedikitpun aku tak punya keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya padanya. Entah karena takut jika kebersamaan ini akan hilang jika aku mengungkapkan semuanya atau ada hal lain yang membuatku sadar bahwa aku tidak cocok dengannya. Sejak saat itulah saya mulai merasakan sakitnya memendam cinta dalam hati. Saat itu saya masih kuliah dan hanya fokus akan kuliah tapi khayalan akan kebersamaannya selalu terbesit dalam pikiran, tapi saya tidak mampu untuk membicarakannya kepada siapa pun hanya bisa memendamnya dalam hati. Setelah hampir 5 tahun kemudian setelah pertemuan terakhir  saya dengan dirinya, saya pun dipertemukan dan pada posisi yang sama jadi panitia pemilihan, namun saya tidak ikut menjadi anggotanya lg melainkan digantikan oleh adikku lantaran saya sibuk kerja, tapi mereka sering rapat dirumah ku, ya pertemuan pun sering tapi cuman say hai doang, tapi setelah pertemuan itu mungkin dia melihat namaku dan mencarinya dalam Facebook, dan dia pun menemukannya dan di add juga saya dengan menggunakan nama samaran dan foto orang lain, saya aproof  aja soalnya aku bukan orang yang memilih untuk berteman, setelah itu dia pun mengajak chating, ngobrol ya aku jawab aja seadanya soalnya ga tau siapa dia, berhari-hari kami chat sampai tengah malam lalu dia pun mengakui siapa dirinya, perasaan kaget, senang, semua rasa bercampur aduk tidak bisa dikatakan dengan kata-kaya, ya sebagai perempuan saya tidak mungkin untuk membicarakan apa yang ada dalam hati kecil ini perasaan yang sudah lama aku pendam, ya dalam chating kita ngobrol yang biasa-biasa aja mungkin dia merasa cocok atau apa kita mulai menanyakan tentang perasaan saya ama dia, ya saya pun tidak bisa langsung menjawab itu pertanyaan yang saya tunggu lama, saya pun mencoba mengulur-ulur waktu ya setelah saya berfikir saya pun membicarakan  apa yang saya rasakan, tapi kami belum bertemu kami hanya baru berani berbicara dalam dunia maya kalau pun kita bertemu kita hanya say hai doank, ya setelah hampir 1 minggu lebih  dia pun mengajak ketemuan, benar- benar ketemu bukan cuma say hai, ya saya pun kaget itu yang tunggu-tunggu dari 5 tahun yang lalu, ya kita pun ketemu dia menjemput saya ke rumah, menurut saya ini lah kencan pertama saya, memang sebelumnya saya pernah diajak makan, ketemuan sama orang lain mungkin menurut mereka adalah kencan tapi saya anggap mereka hanya temen, kembali ke kencan pertama ya saya berasa kaku tidak bisa berkata-kata seluruh tubuh berasa dingin dan kaku  berbeda dengan saat kita chating kita ngobrol bebas, tapi saat ketemu kita hanya berdiam diri hehehe, ya kita mencoba mencair kan suasana kita pun jalan keluar, nyari makan nonton biasa kencan pertama, kita pun dalam suasana itu hanya bisa ngobrol yang biasa , kalau kata ABG obrolan garing, ya setelah nonton kita pun pulang, setelah pulang kita pun menyalakan masing-masing komputer kita di rumah masing-masing lalu kita pun ber chating ria, dia menanyakan kenapa tadi diem saja tidak ngobrol ya saya pun menanyakan hal yang sama pada dia, ya kita chating sampai malem banget membicarakan yang tadi kita jalani. Setelah kencan pertama yang kaku, tapi menyenangkan dan sampai sekarang pun saya masih bekum bisa melupakannya, saya pun mulai menulis entah apa yang ku tulis, yang biasanya tidak pernah saya lakukan aku sendiri saja bingung yang aku tulis itu apa, asal menulis saja.  Pada waktu itu saya swdang menyusun skripsi dia pun menemani saya dalam pembuatan skripsi saya, ya mungkon hanya menemani chating tapi bisa membuat saya tetap semangat dalam menyusun skripsi, ya setelah kencan pertama ya kita melakukan kencan-kencan selanjutnya tapi susana tidak sekaku pertama kita kencan hehehe sudah mulai cair, hanya saja suasana ini bisa sampai seumur jagung, sampai saat ini pun saya tidak mengerti mengapa kita putus? sampai saat ini saya masih berharap hanya pada takdir Ilahi Rabbi. Mengenal mu adalah sebuah anugerah, bersama mu membuat saya merasa nyaman, di dekat mu saya merasa tenang, setiap detik setiap saat saya ingin bersama mu, maka terimakasìh untuk menjadi orang yg mengajari saya cinta dan untuk mencintai.

Leave a comment

Filed under Corat-coret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s