Berharap

Engkau yang cintanya tak terbalas, kudengar lirihmu…

Aku melihatmu berjalan dengan dia yang bukan aku, bertaut jemari dalam senyum dan twa kecil yang menyayat hatiku.

Aku berharap itu aku… yang bergetar hatinya karena sentuhan jemarimu yang anggun.

Ooh… betapa aku berharap itu terjadi.

Aku melihatnya bergelayut manja dan bersender lembut ke tubuhmu yang damai dan wangi.

Aku berharap itu aku…, yang luruh hatinya dalam syahdu karena menghirup udara beraoram kesurgaan yang mengitarimu.

Ooh… betapa aku berharap itu terjadi.

Aku melihatmu merapihkan rambutnya sambil membisikkan rencana keindahan penyatuan jiwamu dengannya.

Aku berharap itu aku…, yang menggenang matanya dengan air mata haru, karena keindahan dari janji pernihkahanyang jujur dan setia.

Ooh… betapa aku berharap itu terjadi.

Temukannlah aku dengan belahan jiwaku, yang mengobati pedihnya cinta yang terabaikan ini, yang mengisi pealung kehidupanku yang dalam kosong karena kesendirian yang sunyi ini.

Aku berharap itu aku…, yang berbahagia dalam pernikahan yang memanjakanku dalam kemesraan dan kesetiaan.

Ooh… betapa aku berharap itu terjadi.

Amiin.

 

Leave a comment

Filed under Corat-coret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s