DiMeNSi

Aku tidak sedang berada di sebuah dimensi yang sulit untuk diterawang
aku disini, dalam sebuah elegi, yang lepas sepertinya mereka bilang harus diberlalukan, tapi sangat sulit untuk direhabilitasi

Melakukan itu tak semudah mengatakan, butuh kesungguhan hati, dan kamu tahu, kesungguhan hati itu perlu ujian agar bisa kamu nilai, sebenarnya itu kokoh atau hanya sebuah permainan yang sedang kamu coba susun untuk mendapatkan yang kamu inginkan , lalu mencampakkannya begitu saja tanpa penghargaan sama sekali jika itu tak sesuai keinginanmu

Kapal itu bukan kapal mainan yang dicoba untuk dinaiki , kapal itu KITA rancang, buat dan akan membawa kita jauh ke tempat Mulia, berkumpul bersama dengan kebahagiaan hakiki yang tak terbatas waktu

Tanpa sengaja ku lihat coretan hatimu waktu itu

Aku juga pernah memutuskan tetap berada di posisi ini, melalui proses sebuah usaha keras dalam setiap sujud-sujud khusyuk ku, setelah sejenak pernah mencoba pergi, hanya karena “Aku percaya pada Mu duhai Allah Pemilik segala hati-hati manusia” untuk sebuah niat penyempurnaan hiasan kapal sehingga layak dan pantas berlabuh di tempat Mulia itu dan membangun sebuah istana indah bersama hiasan pernak pernik yang nanti kelak akan kita ciptakan, pastinya tanpa menyusahkan orang-orang yang seharusnya selalu kita bahagiakan, bukan kamu caci maki ketika kesungguhan hati yang kamu punya sedang diuji…
Niat itu “Lillahita’ala”
Niat itu simple, tapi tak semudah melakukannya…

Aku tak seperti kamu yang hampir tak terhitung menjalin kasih, seharusnya aku memang mesti belajar padamu bagaimana mencampakkan ke tong sampah sesuatu yang sudah membuatmu tak nyaman

Aku memang sulit belajar hal itu…
sorry, I feel like every stuff have a memory, karena semua yang aku punya sangat sulit untuk aku dapatkan…Aku tak mendapatkan semuanya dengan mudah… itu kemandirian yg diajarkan perempuan mulia itu padaku…
Aku masih berada ddimensi yang sulit untuk di rehabilitasi, dan mungkin tidak untukmu, tapi ini lantas bukan berarti aku tak rela kau menjadikan ku volunteer dalam pencarian jati dirimu yang kesekian kali…
ini yang kita sebut “pengorbanan”
Dan setiap pengorbanan, ada ketulusan… itu balasan seimbangnya…aku sudah dapat terjemahannya dari keping-keping perjalanan yang semuanya menjadi sangat berarti seperti aliran syukur yang mulai bergelantungan di dalam arwana

AllahSWT tak pernah lalai, aku percaya itu, Dia tunjukkan satu persatu tabir kepura-puraan yang dikamuflase oleh tirai tebal yang hampir kedap suara, betapa hati waktu itu sangat dibutakan sehingga membawa ku ke sebuah jurang terdalam dari kenistaan yang menodai diri sendiri…

Entah mengapa waktu itu hatiku Allah butakan, begitu pekat, hitam dan sangat buruk rupa, sehingga menganggap setiap orang punya alasannya sendiri tentang fase-fase terburuk yang pernah kamu lalui dan saat itu entah mengapa aku begitu terhipnotis, seolah-olah merasa kasihan dengan perjalanan dan kisah hidupmu yang kamu alunkan terpapar begitu tragis…

Allah SWT yang menuntun hatiku untuk mencoba mendengarkan setiap alasan-alasan mereka yang sempat waktu itu tertutup tirai kedap dan sedang melantunkan nyanyian syahdu berwarna pink muda melalui telinga, begitu menghipnotis dan percaya terhadapmu, dibanding alasan-alasan mereka….

Aku hanya bisa percaya pada-Mu, ketika setiap alasan-alasan itu justru mencerca lirih hingga akhirnya Allah SWT sendiri yang membunuh benih-benih kepercayaan ku padamu yang sedang aku pupuk, yang nantinya sebagai harga mati bagi seorang pemimpin yang akan merengkuhku menuju dermaga mulia
Allah SWT tak pernah diam, setelah pertengkaran ego yang membuncah, karakter yang bergemuruh, ritme yang menyanyikan alunan denting kematian, serta caci maki yang keluar dari mulut kotor seorang pecundang yang hanya mampu menyalahkan orang lain dari setiap kesalahan yang terjadi,,,

Begitu mudahnya keluar dari mulut kotornya Fitnah yang seenaknya diumumkan pada khayalak  ramai… Na’uzubillah
Pupus sudah ikrar yang pernah di ucapkan itu untuk lebih baik bersama
Hancur sudah design kapal setengah jadi yang sedang akan kita siapkan, agar tak perlu merepotkan orang-orang tersayang kita dalam mempersiapkan untuk kita naiki bersama kelak
Hilang semua di tiup hawa gersang hati setiap kesungguhan yang pernah ada

Bagaimana mungkin, seseorang yg nanti sebagai pemimpin yg punya harga mati merengkuhmu ke sebuah tempat menuju kebahagiaan hakiki, memfitnah dengan perkataan yang tidak benar.

Aku tak pernah meminta cintamu, sungguh, aku hanya minta saat terdekat kita berada pada saat terdekat kita dengan Nya…

Tapi apa yg terjadi? Saat setiap gemuruh menyahut denting kekhufuran, kau jujur bahwa tak pernah melibatkan Tuhan ketika memutuskan menjalani dg ku…ini sebuah pernyataan yang menyia-nyiakan, sehingga luntur sudah kata-kata manis dulu yg keluar bahwa “aku bersyukur pernah berada disampingmu”
Semua hanya tinggal kata manis, yg tak pernah bisa dipertangggjawabkan

kecemasan-kecemasanku yang berlebih itu terjawab sudah…
Pada-Mu aku memohon ampun untuk perkara hitam yang sudah berlalu ini ya Allahu, pemilik segala yang ada di semesta …
Saat melangkahkan kakiku menuju revolusi baru, mencari ketulusan yang imbang keberadaannya, aku ingin jujur kepada semesta… bahwa aku tak sebersih dulu lagi…
Tapi azzam di dalam diri telah membuncah untuk segera hijrah, bersemi mematangkan nurani merengkuh keberkahan Ilahi
Semoga hujan bisa menghapus noda itu…hanya itu satu-satunya sisa harapanku saat ini…

Menjelang akhir minggu terakhir dibulan ke Sepuluh sembah syukurku bisa tetap menjadi lebih berguna disetiap detak nadi…
untuk mu orang-orang tersayangku… dan seorang perempuan mulia yang dikakinya terdapat kebahagiaan yang aku yakin akan aku menangkan, tak peduli persepsi orang tentang arti kebahagiaanmu yang sebenarnya, yang pasti aku mengikuti kata hatiku untuk jujur pada semesta

biarlah Allah SWT saja yang menuntun langkah, karena hidup punya proposal yang akan kamu pertanggungjawabkan setiap detil pertanyaannya yang tak kan bisa kamu sanggah baik itu ttg segala kebenarannya dan segala kesalahannya…
aku tak akan pernah pergi sebelum duduk mempertangungjawabkan semuanya
aku akan belajar memaafkan setiap kejadian menyakitkan itu
Aku percaya, orang baik hanya untuk orang baik
Dan orang baik tak pernah untuk orang yang mencoba-coba menjadi baik…

1 Comment

Filed under Corat-coret

One response to “DiMeNSi

  1. Try manyin

    Bgtu sakit bngt yg ku rasakan,
    Seperti ini yg kualami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s