Catatan kecil

Akankah di masa depan Aku bisa terus ikhlas, sabar seperti ini, sementara dia mengingat yang lain? mimpi dengan yang lain? melihat yang lain? menyimpan yang lain, sampai kapankah ini akan berlangsung? Aku tidak bisa dan tidak mungkin meminta dia untuk supaya melupakannya. Akankah dia mengerti apa yang Aku rasakan? Aku bukan manusia super, Aku juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari Aku juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat, dengan segala kekurangan yang ada, Aku berani mencintai, Aku bersedia membayar harga dari mencintai sesorang, Aku bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa, Aku mampu untuk tetap hidup meski rasa perih ini terus menjalar, Aku masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup, dari semua pembelajaran yang telah Aku terima, berkembang menjadi sebuah bentuk kepasrahan. dimana Aku merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin. Dimana Aku tidak berani untuk mengatakannya. dan ini adalah pilihan terakhir yang Aku miliki, mencintai dalam kepasrahan, tanpa meminta. meski sangat susah dan hamper mustahil bagi Aku untuk tidak mengingatnya. Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil. Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam, hanya dalam diam Aku menyayanginya.

Leave a comment

Filed under Corat-coret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s